Review Film Preman Pensiun : Dari Sinetron Menembus Layar Lebar

0
50
Preman Pensiun 1 MNCP
Preman Pensiun 1 MNCP

Girls, pasti pernah ikutin sinetron Preman Pensiun, kan?

Nah, kali ini Kang Muslihat bersama anak buahnya hadir lagi nih, tapi dalam kemasan yang berbeda.

Yep, preman-preman yang sudah bertobat ini hadir kembali menyapa penggemarnya lewat Film Preman Pensiun, yang akan tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia pada 17 Januari 2019 nanti.

Penasaran kan bakal seseru apa filmnya? Apakah masih selucu versi sinetronnya? Atau malah hadir dengan cerita yang lebih rumit karena banyaknya tokoh di dalam versi sinetron?

Well, biar tambah penasaran, Area Cewe kasih sedikit contekan dari sipnopsis Film Preman Pensiun ya.

Film Preman Pensiun
Film Preman Pensiun

Film Preman Pensiun : “Darah dibalas darah, nyawa dibalas nyawa”

Tiga tahun telah berlalu, sejak kematian Kang Bahar (Didi Petet), tokoh yang sangat disegani oleh Kang Muslihat (Epi Kusnandar) dan teman-teman. Maka daripada itu, Kinanti_anak terakhir dari Kang Bahar pulang ke Bandung untuk memperingati 1000 hari kematian Ayahnya.

Bertepatan dengan itu, Gobang_anak buah dari Kang Muslihat pun datang ke Bandung untuk menyelidiki siapa yang yang telah menghabisi daik iparnya. Lalu Gobang mengundang seluruh teman-temannya dengan alasan “reuni kecil-kecilan” tanpa sepengetahuan Kang Muslihat.

Preman Pensiun 2 MNCP
Preman Pensiun 2 MNCP

Dalam reuni tersebut, Gobang meminta bantuan teman-temannya untuk menyelidiki siapa sebenarnya orang yang telah membantai adik iparnya tersebut.

Perkelahian pun tidak dapat dihindarkan. Anak-anak buah Kang Muslihat pun kini terlibat perkelahian, yang membuat Kang Muslihat menjadi sangat sedih dan terpukul.

Lalu siapakah sebenarnya pelaku pembataian adik ipar Gobang?

Dan apakah yang akan dilakukan Kang Muslihat melihat anak buahnya yang kembali melakukan perkelahian?

So, girls, pastikan kamu ngga ketinggalan untuk nonton Film Preman Pensiun yah. Jangan lupa, Film Preman Pensiun tayang 17 Januari 2019 di seluruh bioskop di Indonesia.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here