Workshop Blogger Kesehatan Kemenkes RI Cegah Penyakit Tidak Menular Sedini Mungkin

0
414
Workshop Blogger Kesehatan Kemenkes RI Cegah dan Kendalikan PTM
Workshop Blogger Kesehatan Kemenkes RI

Girls, tahu ngga, ternyata penyebab kematian tertinggi di Indonesia itu adalah Penyakit Tidak Menular, loh.

Berdasarkan informasi dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke serta diabetes menempati tiga urutan teratas penyebab kematian di Indonesia. Hmm, cukup mengerikan yah..

Well, ngga sampai di situ loh, girls. Ternyata ke tiga penyakit tersebut merupakan beban penyakit terbesar di Indonesia. Artinya ke tiga penyakit tersebut memberikan dampak kerugian finansial tertinggi.

Lalu, apa sih sebenarnya penyebab dari Penyakit Tidak Menular ini?
Dan selain penyakit kardiovaskular serta diabetes, jenis Penyakit Tidak Menular apa lagi yang paling sering menjadi penyebab kematian di Indonesia?
Yuks girls, simak ulasannya di bawah ini ya.

APA ITU PENYAKIT TIDAK MENULAR DAN BAGAIMANA PENCEGAHANNYA
Pada hari Selasa dan Rabu, 18-19 Juni 2019 yang lalu, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI mengadakan Workshop Blogger Kesehatan dengan tema Cegah dan Kendalikan PTM. Acara workshop hari pertama ini mengambil tempat di Ballroom Hotel Royal Kuningan, Jakarta.

Acara Workshop Blogger Kesehatan ini mengundang rekan-rekan blogger dari Komunitas Blogger Cronny serta para Penyuluh Kesehatan dari beberapa Rumah Sakit di Jakarta.

Acara Workshop Blogger Kesehatan diadakan bertujuan untuk mensosialisasikan Kebijakan dan Strategi Pencegahan & Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Pada hari pertama, hadir juga beberapa narasumber yang memberikan materinya terkait pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular. Di antara narasumber yang memberikan materi ada dr. Theresia Sandra Diah Ratih, MHA. Lalu ada Dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes serta Bagja Hidayat.

Penyakit Tidak Menular atau biasa disingkat menjadi PTM adalah segala jenis penyakit yang tidak dapat ditularkan kepada orang lain. Penyakit Tidak Menular umumnya terjadi disebabkan oleh faktor keturunan dan gaya hidup yang tidak sehat. Maka dari itu, bersentuhan langsung dengan penderita PTM, tidak akan membuat kita tertular penyakit tersebut, girls.

Beberapa contoh Pennyakit Tidak Menular di antaranya adalah diabetes melitus, hipertensi, kanker dan masih banyak lagi. Beberapa di antaranya dapat menyebakan kematian mendadak.

Seperti telah dijelaskan di atas sebelumnya bahwa penyebab dari PTM ini adalah faktor keturunan atau genetik dan juga gaya hidup yang tidak sehat. Dan sebagai informasi tambahan, ternyata 80% dari Penyakit Tidak Menular disebabkan dari gaya hidup yang tidak sehat. Banyak penderitanya merupakan orang-orang muda, atau masih di usia yang produktif. Ini artinya, perilaku dari orang itu sendirilah yang menyebabkan dirinya menderita Penyakit Tidak Menular.

Penyakit Tidak Menular juga merupakan penyakit yang menjadi beban financial terbesar negara di sektor kesehatan, jenis penyakit ini menghabiskan biaya pelayanan kesehatan yang sangat besar. Hal ini dikarenakan Penyakit Tidak Menular merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia. Tercatat 7 dari 10 penyebab kematian di negara ini disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular.

Berdasarkan data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, berikut 10 peringkat teratas penyakit penyebab kematian menurut jenis kelamin di Indonesia :

Penyebab Kematian Cegah PTM
Penyebab Kematian Tertinggi

Lalu bagaimana caranya menghindari Penyakit Tidak Menular?

Seperti yang sudah kita tahu, bahwa 80% penyebab dari Penyakit Tidak Menular adalah perilaku hidup yang tidak sehat. Maka pencegahannya pun harus dengan beralih ke gaya hidup yang lebih baik atau sehat, di antaranya sebagai berikut :

1. Makan makanan yang sehat
Girls, ternyata 93,5% penduduk di Indonesia yang berusia di atas 10 tahun, kurang mengonsumsi buah dan sayur. Konsumsi garam, lemak serta gula yang tinggi memicu obesitas. Nah, obesitas menyebabkan penyakit seperti jantung, stroke dan diabetes melitus.
Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes menyarankan agar mengonsumsi sayur serta buah lebih banyak dibanding karbohidrat. Kurangi konsumsi gula dan garam, maksimal konsumsi gula adalah 50gr dalam sehari agar terhindar dari Penyakit Tidak Menular. Sedangkan untuk grama adalah maksimal 5gr dalam sehari.
Perhatikan juga jumlah asupan lemak, tubuh kita hanya memerlukan maksimal 72gr lemak dalam sehari.

2. Hindari rokok
Well, Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 3 negara teratas yang mengonsumsi rokok di dunia. Prestasi?
Sebanyak 36,3% penduduk Indonesia dengan usia 15 tahun ke atas adalah perokok. Rokok dapat menyebabkan kadar oksigen dalam darah turun, tekanan darah serta detak jantung meningkat, saluran pernapasana rusak dan turunnya sistem imun. Pada akhirnya memicu timbulnya penyakit jantung, stroke, kanker paru serta beberapa Penyakit Tidak Menular lainnya.

Dalam Workshop Blogger Kesehatan kemarin, Bapak Bagja Hidayat yang merupakan penulis di media Tempo, mengemukakan bahwa Blogger punya peranan penting untuk mengendalikan tembakau atau rokok. Blogger bisa menyampaikan bahaya dari tembakau dengan cara story telling, dimana cara tersebut dirasa lebih mengena kepada para pembaca.

3. Perbanyak aktifitas Fisik
Sebanyak 26,1% penduduk di Indonesia kurang aktifitas fisik.
Minimnya aktifitas fisik dapat menyebabkan penumpukan energi di dalam tubuh yang berupa lemak. Penumpukan lemak yang berlebih membuat aliran darah tersumbat akibatnya adalah risiko penyakit jantung serta stroke.
Aktifitas fisik juga penting untuk menghindari pengeroposan tulang, yang disebabkan massa tulang yang berkurang karena jarang digerakan.

4. Hindari alkohol
Alkohol sangat berbahaya untuk tubuh. Banyak hal buruk yang ditimbulkan dari meminum alkohol, di antaranya adalah kerusakan organ seperti jantung, hati, ginjal serta otak.
Tercatat sebanyak 4,6% penduduk Indonesia yang berusia di atas 10 tahun telah mengonsumsi alkohol.

Cegah PTM
Cara Cegah PTM

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, telah melakukan beberapa usaha preventif untuk mencegah serta mengendalikan Penyakit Tidak Menular melalui beberapa program unggulan. Di antara program unggulan dari Kementerian Kesehatan RI adalah Kampanye CERDIK yang dirasa cukup efektif mencegah Penyakit Tidak Menular. CERDIK merupakan akronim atau singkatan dari beberapa langkah preventif seperti :
1. Cek kondisi kesehatan secara berkala
2. Enyahkan asap rokok
3. Rajin aktifitas fisik
4. Diet dengan gizi seimbang
5. Istirahat yang cukup
6. Kelola stress

Selain dengan kampanye CERDIK, risiko terjadinya Penyakit Tidak Menular juga dapat ditanggulangi oleh seluruh masyarakat dengan GERMAS, yang merupakan singkatan dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Tujuan dari GERMAS adalah agar masyarakat berperilaku sehat sehingga kesehatan masyarakat terjaga dan produktifitas pun meningkat. Dengan adanya GERMAS juga diharapkan biaya yang dikeluarkan oleh negara untuk mengobati Penyakit Tidak Menular dapat berkurang.

VISIT RUMAH SAKIT PUSAT OTAK NASIONAL
Agenda hari ke dua dari Workshop Blogger Kesehatan bersama dengan , Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, adalah mengunjungi beberapa rumah sakit yang ada di Jakarta. Di antaranya ada Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rumah Sakit Persahabatan, Rumah Sakit Harapan Kita, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional dan Rumah Sakit Dharmais.

Area Cewe berkesempatan untuk melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional bersama blogger yang lain.

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional terletak di Jalan M.T. Haryono kav. 11, Cawang Jakarta Timur. Letak persisnya bersebelahan dengan gedung Badan Narkotika Nasional, cukup strategis untuk dijangkau. Cakupan pelayanan dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional antara lain adalah stroke, infeksi otak, trauma kepala atau cidera kepala, syaraf serta epilepsi.

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional
Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Cegah PTM

Rumah Sakit Pemerintah dengan kelas A ini memiliki 11 lantai yang terdiri dari beberapa kategori ruang rawat inap. Ruang rawat inap dengan kelas President Suite tersedia 2 kamar, untuk kelas VVIP ada 18 kamar, untuk VIP ada 36 kamar, lalu ada 36 tempat tidur untuk kelas I, 22 tempat tidur untuk kelas II, serta 275 tempat tidur untuk kelas III.

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional menjadi rumah sakit rujukan utama di bidang otak dan sistem persarafan. Rumah sakit yang memulai beroperasi di tahun 2013 yang lalu ini diklaim menjadi rumah sakit dengan pelayanan kelas dunia, karena telah dilengkapi dengan peralatan medis yang terkait otak dan saraf tercanggih dan termodern di Indonesia, sehingga pelayanan yang diberikan kepada pasien pun optimal.

Pelayanan medis yang diberikan oleh Rumah Sakit Pusat Otak Nasional juga telah terintegrasi dengan sangat baik. Penangan medis yang diberikan sudah dimulai sejak pasien menelpon rumah sakit. Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, segera memonitor keadaan pasien sesegera mungkin, mulai dari apa yang harus dilakukan di rumah sebelum petugas medis datang, lalu penjemputan oleh ambulans, hingga penanganan di ruang instalasi gawat darurat.

Tidak sampai di situ saja, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional juga memberikan layanan rehabilitasi kepada pasien yang telah dinyatakan sembuh dari perawatan. Nama dari layanan ini adalah Neuro Restorasi. Ruangan rehabilitasi ini terletak di lantai 5. Layanan medis Neuro Restorasi bertujuan untuk menyiapkan pasien yang telah sembuh agar dapat siap kembali ke masyarakat dengan keadaan yang mandiri. Artinya, pasien dapat mandi sendiri, makan sendiri atau dengan kata lain mampu mengurus dirinya sendiri.

PENTINGNYA KEBERADAAN RUMAH SAKIT KHUSUS OTAK DAN SARAF
Penyakit atau gangguan otak dan sistem saraf termasuk ke dalam Penyakit Tidak Menular dan belakangan ini semakin banyak terjadi dikarenakan gaya hidup yang tidak sehat. Dan jumlah penderitanya lebih didominasi oleh pria.

Gangguan otak dan sistem saraf tidak hanya menurunkan kualitas hidup seseorang, namun juga mampu menyebabkan kematian loh. Menurut Mecklenburg Medical, tiap detiknya, satu orang meninggal akibat stroke.

Penderita gangguan otak dan sistem saraf di Indonesia kian meningkat tiap tahunnya. Bahkan stroke menjadi penyebab utama kematian serta kecacatan di hampir seluruh rumah sakit di Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia berinisiatif untuk mendirikan rumah sakit yang mampu memberikan layanan medis terkait otak dan saraf yang komprehensif, dan mampu menjadi model dalam penanganan kasus-kasus medis neurologi di seluruh Indonesia. Rumah Sakit Pusat Otak Nasional didirikan untuk menangani masalah kesehatan otak dan saraf serta menjadi pusat pengembangan pendidikan dan penelitian.

Oh yah, stroke merupakan serangan otak yang timbul mendadak, bisa dibilang sebagai “brain attack”. Namun, sebagian dari gejala stroke bisa kita kenali, kok. Nah, maka dari itu penting untuk kita mengenali gejala-gejalanya agar dapat ditangani lebih awal. Gejala dari stroke dapat disingkat sebagai SEGERA ke RS.

Cegah PTM
SEGERA ke RS Cegah PTM

So ingat yah girls, apabila kita mendapati keadaan SEGERA ke RS pada seseorang, maka sebaiknya kita segera membawanya ke rumah sakit untuk penanganan yang lebih cepat dan mencegah keadaan yang lebih parah.

Oh yah, deteksi dini terhadap gangguan otak dan sistem saraf juga dapat mencegah munculnya stroke. Dalam hal ini Rumah Sakit Pusat Otak Nasional memberikan layanan Brain Check Up. Layanan Brain Check Up merupakan layanan one stop service untuk deteksi dini yang berfokus pada otak dan persarafan, dimana semua pemeriksaan dilakukan di dalam satu area yaitu di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional.

Kenapa sih Brain Check Up itu penting?
Brain Checkup mampu mendeteksi lebih awal adanya tanda-tanda stroke, kelainan fungsi otak dan saraf, kelainan pembuluh darah otak serta gejala kelainan organ tubuh seperti jantung, hati, ginjal maupun pencernaan.

Nah, kalau kamu sudah berusia 35 tahun ke atas, tidak ada salahnya loh girls, untuk melakukan Brain Check Up. Karena pada usia tersebut, mulai terjadi perubahan fungsi-fungsi organ otak proses penuaan.

PENGOPTIMALAN MESIN TELUSUR DAN KONTEN DI MEDIA SOSIAL

Cegah PTM
Workshop Blogger Kesehatan Kemenkes Cegah PTM – Arul Nasrullah

Setelah kunjungan ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, para peserta kembali ke Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang terletak di Kuningan, Jakarta.

Setelah makan siang dan shalat Dzuhur, workshop dilanjutkan dengan pemateri berikutnya Dr. Rulli Nasrullah, M.Si dengan pemaparan mengenai Pengoptimalan Mesin Telusur dan Konten di Media Sosial.

Dipaparkan oleh Beliau bahwa konten yang baik tidak hanya yang berkualitas, namun juga memiliki kemampuan mempengaruhi audiens nya. Artinya konten tersebut selain dibutuhkan juga mudah ditemukan di mesin pencari, dalam hal ini adalah Google.

Agar mudah ditemukan, konten tersebut harus memiliki key word atau kata kunci yang lazim atau umum digunakan orang. Kata tersebut juga harus tercantum di dalam artikel sebanyak minimal tiga kali, agar terbaca oleh mesin pencari Google.

Pun hal yang sama bisa diterapkan pada akun sosial media. Untuk memudahkan pencarian, maka konten di sosial media sebaiknya disertakan juga tanda tagar atau hashtag. Hashtag yang populer akan membantu postingan konten kita terbaca lebih cepat oleh pengguna lain, sehingga mampu mendapatkan likes lebih banyak.

Nah girls, itu dia rangkaian acara Workshop Blogger Kesehatan yang diadakan oleh Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI yang bekerjasama dengan Komunitas Blogger Cronny. Tentunya workshop kali ini sangat bermanfaat untuk pengenalan dan diharapkan melalui para Blogger, pencegahan serta pengendalian Penyakit Tidak Menular dapat tersosialisasikan lebih baik kepada masyarakat luas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here