3 Pantangan dalam Membuat Konten

4
242
3 Pantangan Bikin Konten
3 Pantangan Bikin Konten

Hai babes, apakah kamu termasuk konten kreator? Well, membuat konten memang bukan hal yang mudah, kehabisan ide adalah yang paling sering terjadi. Selain kehabisan ide, kesalahan-kesalahan kecil yang tidak kita sadari juga sering terjadi. Nah, sebagai konten kreator ada 3 pantangan yang wajib kita hindari agar terhindar dari kesalahan dalam membuat konten. Apa saja sih itu? Yuk kita simak ulasannya di bawah ini.

Babes, 3 pantangan berikut ini memang terlihat sederhana, dan sering luput dari perhatian, tapi kalau sampai kita lakukan maka konten kita akan sulit berkembang. Alhasil, reach serta engagement kita akan menurun.

3 Pantangan dalam Membuat Konten

1.Terlalu fokus terhadap hal teknis
Inilah yang paling sering dilakukan oleh para konten kreator. Biasanya untuk mendapatkan reach dan engagement yang tinggi, para konten kreator terlalu fokus terhadap hal-hal yang teknis. Seluruh isi konten terpusat pada algoritma media sosial yang selalu berubah.

Yep, mengetahui algoritma memang penting agar konten kita bisa viral, tapi tentu saja algoritma bukanlah yang utama. Stop pusing dengan insight, waktu posting terbaik, followers, jumlah share atau apapun itu. Karena algoritma di media sosial adalah sesuatu yang dinamis, pasti akan berubah seiring waktu.

Dalam menghasilkan konten, yang terbaik adalah mempelajari cara kerja otak manusia. Pelajarilah perilaku para pengguna media sosial, karena algoritma dibuat berdasarkan perilaku pengguna media sosial.

Sederhananya adalah, ketahui apa yang pengguna media sosial mau. Pelajari, lalu analisa karakter serta kebiasaan mereka. Buatlah konten yang sesuai dengan analisa tersebut.

2.Jangan berpusat pada diri sendiri
Stop membuat konten yang berpusat pada diri sendiri. Stop membicarakan diri sendiri. Jangan egois. Hindari kata-kata “aku”, “saya” atau “gue”. Ingat, konten yang baik adalah konten yang bisa memberi manfaat untuk orang lain.

3.Jangan membuat konten yang rumit
Agar terlihat “fancy” atau keren, biasanya konten kreator menggunakan bahasa yang rumit. Penggunaan istilah-istilah dari bahasa Inggris memang keren ketika dibaca, tapi tidak semua orang bisa langsung paham artinya.

Buatlah konten yang bermanfaat namun menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Buatlah agar konten kita bisa dibaca oleh banyak orang, inilah yang membuat sebuah konten bisa viral. Konten yang bisa dimengerti oleh banyak orang akan memiliki jangkauan yang lebih luas.

Nah babes, itu dia 3 pantangan dalam membuat konten yang harus kamu hindari, yah. Yuk coba praktekin mulai dari sekarang, dan silakan lihat hasilnya, yah!

4 COMMENTS

  1. So far akupun ga prnh terlalu teknis dalam memposting konten :D. Belajar dari penilaian aja, konten apa yg biasanya mendapat likes terbanyak, dan mana yg sedikit. Dari situ aku jd bisa tahu favorit followers LBH suka aku posting yg mana :).

    Tapi kalopun udah sesuai masih sedikit interaksi, ya sudahlaaah, anggab aja followers lagi banyak yg tidak membuka medsos :p. Mungkin Krn aku belum kepengin monetisasi medsos dan blog, jd kdg ga terlalu mikirin juga yg begitu2 :).

    • thank you.
      but actually everybody does, jadi ngga perlu terlalu merasa bersalah kok.
      yang penting bagaimana next sharing dari konten kita, bisa bermanfaat utk orang lain dan tentunya positif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here