Polusi Udara dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Manusia

0
238
Polusi Udara Dan Perubahan Iklim
Polusi Udara Dan Perubahan Iklim

Awal Oktober 2022 ini, kita semua dikejutkan dengan hujan deras yang melanda hampir seluruh wilayah Jabodetabek. Hujan deras ini sudah pasti menimbulkan permasalahan banjir yang melanda wilayah Jabodetabek. Pertanyaannya, kenapa sih curah hujan di wilayah Jabodetabek sangat tinggi pada bulan Oktober ini? Padahal seperti yang kita tahu, curah hujan tertinggi biasanya terjadi pada bulan Januari hingga Februari.

Adanya perubahan pola cuaca merupakan pertanda dari perubahan iklim, dan seperti yang kita saksikan beberapa tahun belakangan ini perubahan pola cuaca semakin parah. Bahkan perubahan ini hampir tidak bisa kita prediksi, loh. Lalu apa sih sebenarnya penyebab dari perubahan iklim ini?

Polusi Udara dan Perubahan Iklim
Tahukah kamu, kalau polusi udara dan perubahan iklim sangat erat kaitannya? Polusi udara mampu memicu perubahan iklim. Komponen utama polusi udara adalah polutan yang paling banyak berasal dari emisi dari CO2; yang merupakan hasil ekstraksi dan pembakaran bahan bakar fosil.

Polutan udara juga mempengaruhi jumlah sinar matahari yang masuk yang dipantulkan atau diserap oleh atmosfer kita, perlu diketahui beberapa polutan mampu menghangatkan dan lainnya mendinginkan bumi kita. Ini menjadi salah satu kontribusi polutan udara terhadap perubahan iklim. Sebagai tambahan informasi, selain CO2, karbon hitam dan metana merupakan kontributor utama dari perubahan iklim dan pemanasan global. Polutan yang terkumpul menjadi selimut polusi membuat bumi semakin panas dan menyebabkan perubahan iklim.

selimut polusi
polusi udara dan perubahan iklim

Dampak Perubahan Iklim bagi Manusia
Apakah ada dampak dari perubahan iklim bagi manusia? Mungkin beberapa dari kita beranggapan bahwa masalah perubahan iklim tidak terlalu mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Kenaikan suhu bumi satu atau dua derajat rasanya tidak terlalu berdampak pada kesehatan, ekonomi, ataupun aktifitas kita sehari-hari. Eits, jangan salah loh, ternyata perubahan iklim mampu memperburuk kualitas hidup kita dan tentunya sangat merugikan secara ekonomi.

Berikut ini adalah beberapa dampak negatif dari perubahan iklim yang dapat kita rasakan sehari-hari, dan tentunya sangat merugikan :

  1. Suhu panas yang ekstrem dan kualitas udara yang buruk karena #SelimutPolusi udara meningkatkan gangguan pernapasan seperti asma, lalu gagal ginjal, dan kelahiran prematur. Serta dengan meningkatnya suhu bumi, berpotensi memunculkan lebih banyak penyakit dan kematian terkait panas di daerah perkotaan dan pedesaan.
  2. Meningkatnya suhu bumi tentu menaikan risiko kebakaran hutan yang sangat besar. Hutan yang terbakar tentunya meningkatkan risiko banjir bandang. Pepohonan yang berkurang drastis tentunya mengurangi cadangan air bersih.
  3. Suhu bumi yang memanas, banjir yang datang tentu saja memunculkan masalah baru yaitu meningkatnya populasi nyamuk yang berpotensi menularkan penyakit seperti penyakit demam berdarah, dan lain-lain.
  4. Perubahan iklim juga bisa mengancam keamanan pangan, loh. Perubahan iklim membuat tanah menjadi lebih kering, dan ini bisa menurunkan kualitas nutrisi makanan pokok kita yaitu beras.

Cara Sederhana Mengatasi Perubahan Iklim
Sebenarnya masih banyak lagi dampak negatif dari perubahan iklim yang bisa kita langsung rasakan. Apabila dampak tersebut kita biarkan dan terakumulasi, pastinya aka nada kerugian yang sangat besar yang akan kita hadapi. Lalu, bagaimana caranya kita mengatasi perubahan iklim?

Perubahan iklim sebenarnya tidak dapat kita cegah, tapi sebagai #MudaMudiBumi yang peduli akan kelestarian bumi ini, tentunya ada beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk mengatasi perubahan iklim demi #UntukmuBumiku. Nah, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Mengurangi emisi
    Alih-alih menggunakan transportasi dengan bahan bakar fosil yang bisa menghasilkan CO2, akan lebih baik menggunakan transportasi umum. Untuk yang suka bersepeda, bisa lebih sering menggunakan sepeda untuk mobilisasi jarak dekat. Ingat yah, bahhwa setiap kilometer yang kita tingkatkan kecepatannya akan meningkatkan emisi dan pengeluaran CO2 secara signifikan, loh.
  2. Hemat energi
    Yuk mulai hemat energi, dimulai dari perlatan rumah tangga yang kita gunakan sehari-hari. Jangan pernah membiarkan peralatan rumah tangga yang menggunakan listrik, selalu dalam keadaan siaga. Mulailah beralih ke lampu hemat energi, dan cukup gunakan pendingin udara (Air Conditioner) saat dibutuhkan saja.
  3. Reduce, Reuse dan Recycle
    Reduce: konsumsi lebih sedikit dan lebih efisien.
    Reuse: gunakan kembali dengan manfaatkan pasar barang bekas, untuk memberikan kehidupan baru pada barang-barang yang tidak kita gunakan lagi. Atau bisa juga dengan menyumbangkan barang-barang yang tidak terpakai ke orang yang membutuhkan.
    Recycle: mendaur ulang kemasan, limbah elektronik, dll yang telah kita gunakan.
  4. Diet rendah karbon
    Yep, ternyata diet dengan mengurangi konsumsi daging pada menu makanan kita juga mampu mengatasi perubahan iklim, loh. For your info nih, hewan ternak merupakan salah satu pencemar terbesar atmosfer. Maka dari itu, kurangi konsumsi daging dan mulai perbanyak konsumsi buah dan sayuran, yah. Oh yah, pilihlah makanan lokal. Konsumsi makanan yang diproduksi di daerah kita tinggal yah. Kurangi makanan impor, karena makanan impor yang menghasilkan lebih banyak emisi disebabkan transportasi yang digunakan untuk pengiriman.
  5. Berperan aktif melawan berkurangnya hutan
    Nah, seperti yang sudah dijelaskan di atas nih, perubahan iklim membuat suhu bumi meningkat. Suhu bumi yang memanas membuat hutan mudah terbakar. Oleh karena itu, yuk kita berperan aktif menghindari apa pun yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran hutan.
    Beberapa cara yang bisa kita lakukan diantaranya adalah :
  • Kurangi penggunaan furniture yang terbuat dari kayu, jikalau ingin menggunakan kayu pilihlah kayu dengan sertifikasi atau segel yang menunjukkan asal-usulnya yang lestari.
  • Aktif ikut serta dalam gerakan menanam pohon dan tumbuhan lain. Menanam pohon bertujuan untuk mengganti pohon yang telah ditebang. Sebagai tambahan informasi nih, sebatang pohon mampu menyerap hingga satu ton CO2!
  • Merawat hutan, menjaganya tetap bersih dari sampah dan tidak merusak pepohonan mampu meningkatkan kelestarian flora dan fauna di dalam hutan.
  • Ikut mendukung konservasi sumber daya alam. Indonesia telah memiliki Undang-undang Republik Indonesia nomor 5 tahun 1990, tentang konservasi sumber daya alam hayati. Undang-undang ini mengatur pengelolaan serta pemanfaatan sumber daya alam hayati yang harus dilakukan secara bijaksana demi menjamin keberlangsungannya.

Tentu saja mengatasi perubahan iklim tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan gerakan massive bersama serta serentak untuk mengurangi dampak negatif dari perubahan iklim. Nah, sebagai #MudaMudiBumi bisa kok melakukan aktivitas bersama serentak untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim. Misalnya saja membentuk tim bersama teman-teman untuk melakukan aktifitas seperti diatas tadi. Tim bisa dimulai dengan jumlah yang kecil kemudian bisa menularkan aktifitas positif tersebut hingga tim pun menjadi lebih besar. Diharapkan tim yang membesar itu menjadi #TeamUpForImpact yang mampu memberikan pengaruh positif yang lebih besar lagi.

Dan seandainya saja kita sudah memiliki pengaruh yang lebih besar bersama #TeamUpForImpact, bukan hal yang tidak mungkin kita bisa memiliki pengaruh untuk membuat kebijakan untuk mengatasi perubahan iklim.

Saat ini Pemerintah telah memiliki beberapa kebijakan untuk mengatasi perubahan iklim, diantaranya ada Climate Change Fiscal Framework (CCFF), Carbon Pricing, Energy Transition Mechanism (ETM) dan Pooling Fund.

sumber : https://www.merdeka.com/uang/empat-kebijakan-pemerintah-untuk-perubahan-iklim.html


Selain ke empat kebijakan tersebut, sebaiknya Pemerintah juga mulai mengurangi penggunaan transportasi umum berbahan bakar fossil dan menggantinya dengan transportasi yang ramah lingkungan seperti tenaga listrik ataupun biodiesel. Kebijakan lain yang bisa diambil adalah dengan memasang panel surya di setiap gedung-gedung pemerintahan dan fasilitas umum, sehingga listrik yang digunakan berasal dari tenaga surya.

Itu dia beberapa kebijakan yang sepertinya bisa mulai diterapkan di Indonesia untuk mengurangi polusi dan dampak negatif perubahan iklim. Menurut kamu apalagi nih kebijakan yang bisa diterapkan oleh Pemerintah?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here