8 Kebiasaan Yang Bikin Baterai Smartphone Cepat Rusak

0
779
Smartphone charging
Smartphone pixabay

Hai girls, pernah tidak kamu mengalami baru saja beli smartphone baru, namun beberapa bulan kemudia tiba-tiba mulai error atau hang? Nah, kalau kamu pernah mengalami kejadian seperti ini, kamu harus mulai memperhatikan kebiasaan kamu menggunakan smartphone tersebut. Kebiasaan yang seringkali salah dilakukan oleh para pengguna smartphone adalah dalam penggunaan baterai. Kenapa bisa seperti itu? Yuk langsung simak ulasannya di bawah ini.

Ada beberapa kebiasaan yang sering tanpa dilakukan tanpa kita sadari yang justru merusak kualitas baterai. Salah satunya adalah dalam hal pengisian daya baterai. Kadang kita melakukan pengisian data dengan seenaknya saja, tidak memperhatikan beberapa hal yang yang justru membuat baterai jadi lebih cepat rusak. Tentunya ini akan membuat smartphone kita jadi cepat rusak juga loh. Nah, berikut ini adalah beberapa kesalahan yang seharusnya tidak kita lakukan saat melakukan pengisian daya baterai :

1. Ngecharge ketika baterai 0%

kesalahan charge hp
Technology – pixabay

Ini adalah kesalahan pengisian daya yang paling sering dilakukan. Umumnya para pengguna smartphone baru mulai melakukan pengisian daya atau charging saat baterai sudah dalam kondisi 0%.
Memang kebanyakan smartphone saat ini menggunakan baterai Li-on. Baterai Li-on memang akan awet jika diisi mulai saat kondisi bateri sekitar 20%, dan boleh selesai dicharge saat kondisi baterai sudah 80% atau lebih. Mengisi daya smartphone saat baterai 0% memang tidak langsung membuat baterai rusak, tapi akan dapat mengurangi umur baterai.
2. Smartphone baru harus dicharge sampai 100%
Ternyata masih banyak yang beranggapan kalau smartphone yang baru dibeli harus dicharge dulu sampai 100% sebelum digunakan. Hal ini sebenarnya berlaku untuk smartphone lama yang menggunakan baterai berbahan nikel. Saat ini umumnya smartphone menggunakan baterai dengan bahan Lithium Ion. Di mana smartphone tersebut dapat langsung digunakan tanpa perlu dicharge hingga 100%.
3. Menggunakan smartphone saat sedang dicharge
Nah siapa yang sering menggunakan smartphonenya saat sedang dicharge? Kebiasaan ini sebaiknya distop yah girls, karena selain dapat merusak kondisi baterai juga dapat membahayakan penggunanya.
Sebaiknya biarkan smartphone dicharge terlebih dahulu hingga penuh 100%, setelah itu apabila pengisian daya telah selesai kita bisa mengggunakannya lagi. Menggunakan smartphone yang sedang dicharge, membuat arus listrik yang masuk ke baterai akan langsung digunakan untuk memberi tenaga pada smartphone yang sedang digunakan. Ini dapat membuat proses pengsian daya menjadi lebih lama, juga dapat membuat daya tahan baterai berkurang.
4. Menggunakan sembarangan charger

kesalahan charge hp
Socket – pixabay

Pastikan untuk selalu menggunakan charger asli yang telah disediakan dalam paket box pembelian. Jangan menggunakan sembarangan charger atau menggunakan charger dari smartphone yang berbeda tipe. Karena charger smartphone yang ada di paket box pembelian memang sudah didesain sesuai dengan smartphone tersebut, terutama besaran arus listrik dan tegangannya. Jadi kalau pakai charger smartphone lain, maka charger tersebut memiliki arus listrik dan tegangan yang berbeda sehingga akan mempengaruhi kualitas baterai.
5. Menggunakan charger bukan yang asli
Biasanya kalau charger aslinya hilang atau rusak, penggunanya akan membeli charger yang bukan asli atau bukan ori sebagai penggantinya, dengan alasan mencari yang lebih murah. Nah ini juga kebiasaan yang dapat merusak baterai.
Selalu gunakan charger asli, meskipun hilang atau rusak, belilah charger yang ori. Charger yang tidak asli memiliki kualitas yang berbeda dengan charger yang asli. Selain itu penggunaan charger tiruan juga bisa menghilangkan garansi jika terjadi kerusakan pada smartphone.
6. Sering menggunakan power bank
Sekarang ini banyak sekali yang menggunakan power bank untuk mengisi daya baterai smartphonenya. Penggunaan power bank sebenarnya sama saja menggunakan charger yang tidak asli. Penggunaan power bank juga membuat umur baterai berkurang, arus listrik yang masuk ke baterai pun tidak sesuai dengan seharusnya. Jadi gunakan powerbank hanya dalam kondisi mendesak.
7. Sering melakukan pengisian daya di mobil
Pada dasarnya mengisi daya di mobil hampir sama dengan mengisi daya melalui power bank. Ini dapat mengurangi umur baterai, karena arus listrik yang tidak sesuai dengan kebutuhan baterai smartphone.
8. Mengisi daya smartphone sambil ditinggal tidur
Kebiasaan ini juga termasuk yang paling sering dilakukan, karena kesibukan begitu sudah mau tidur smartphone baru dicharge.
Beberapa charger dari beberapa smartphone saat ini memang sudah dilengkapi dengan fitur yang mampu otomatis memutus arus listrik ketika baterai sudah terisi penuh. Tapi sebaiknya hindari kebiasaan ini, dengan kondisi baterai masih terhubung ke charger yang aktif, artinya masih ada arus listrik yang mengalir. Pastinya tetap akan berpengaruh pada baterai.

Nah girls, itu dia delapan kebiasaan yang sering kita lakukan yang justru dapat membuat baterai smartphone kita menjadi tidak awet. Di antara delapan kebiasaan tersebut, yang mana nih yang masih sering kamu lakukan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here