Sudah kirim CV, lolos tahap awal, bahkan interview berjalan lancar. Kamu merasa chemistry oke, jawaban terasa meyakinkan, dan HRD terlihat positif. Tapi setelah itu… hening. Tidak ada email lanjutan, tidak ada update, bahkan tidak ada penolakan resmi. Rasanya bikin bingung, kecewa, sampai overthinking sendiri.
Kondisi ini sering disebut sebagai ghosting dari recruiter. Fenomena ini makin sering terjadi di dunia kerja yang serba cepat. Banyak kandidat bertanya-tanya kenapa HRD ghosting padahal prosesnya terasa menjanjikan. Supaya kamu nggak larut dalam rasa kecewa, yuk bahas cara menyikapinya dengan mental yang lebih kuat dan realistis.
Apa Itu Ghosting dari Recruiter dan Kenapa Bisa Terjadi?
Ghosting dari recruiter adalah situasi ketika pihak perusahaan tiba-tiba berhenti memberi kabar tanpa penjelasan setelah proses rekrutmen berjalan. Bisa terjadi setelah kirim CV, setelah tes, bahkan setelah interview final.
Penyebabnya sebenarnya beragam. Bisa karena perubahan kebutuhan internal perusahaan, pembekuan anggaran, posisi ditutup mendadak, atau mereka memilih kandidat lain tanpa sempat memberi notifikasi. Kadang juga karena volume pelamar terlalu banyak sehingga tidak semua mendapatkan balasan.
Yang perlu kamu pahami, tidak semua ghosting berarti performamu buruk. Banyak faktor di balik layar yang tidak selalu diketahui kandidat.

1. Jangan Langsung Menyalahkan Diri Sendiri
Saat tidak ada kabar, reaksi pertama biasanya menyalahkan diri sendiri. Kamu mulai mengingat ulang setiap jawaban interview dan mencari kesalahan kecil. Padahal belum tentu masalahnya ada di situ.
Bisa saja perusahaan sedang menunda rekrutmen, ada perubahan strategi, atau muncul kandidat internal yang lebih diprioritaskan. Proses rekrutmen tidak selalu sesederhana “bagus atau tidak bagus”.
Mentalitas pelamar kerja yang sehat dimulai dari tidak langsung meragukan kemampuan diri sendiri. Kamu boleh evaluasi, tapi jangan langsung menghakimi diri.
2. Kirim Follow Up dengan Cara Profesional
Kalau sudah melewati estimasi waktu yang dijanjikan, kamu berhak menanyakan kabar. Kirim email follow up singkat, sopan, dan to the point. Cukup tanyakan perkembangan proses serta tegaskan bahwa kamu masih tertarik dengan posisi tersebut.
Follow up bukan tanda kamu terlihat memohon. Justru ini menunjukkan kamu punya etika komunikasi yang baik. Recruiter profesional biasanya menghargai kandidat yang proaktif.
Kalaupun tetap tidak ada balasan setelah follow up, setidaknya kamu sudah menutupnya dengan cara yang elegan dan dewasa.
3. Kelola Ekspektasi Sejak Awal
Salah satu alasan ghosting terasa menyakitkan adalah karena ekspektasi terlalu tinggi. Baru satu kali interview, tapi kamu sudah membayangkan gaji pertama, beli barang impian, bahkan rencana resign dari tempat lama.
Berharap itu wajar. Tapi dalam proses cari kerja, kamu perlu realistis. Anggap setiap interview sebagai peluang, bukan kepastian. Selama belum ada offering letter resmi, semuanya masih bisa berubah.
Dengan ekspektasi yang lebih stabil, emosimu juga jadi lebih terjaga kalau hasilnya tidak sesuai harapan.
4. Jangan Berhenti Melamar di Tempat Lain
Kesalahan yang sering terjadi adalah berhenti kirim lamaran karena merasa satu proses sudah hampir pasti berhasil. Ini jebakan yang bikin rasa kecewa jadi lebih dalam kalau ternyata tidak ada kabar.
Strategi terbaik saat cari kerja adalah tetap menjaga momentum. Selama belum tanda tangan kontrak, terus kirim CV ke peluang lain. Semakin banyak kesempatan yang kamu coba, semakin besar peluang mendapatkan hasil.
Selain itu, kamu jadi tidak terlalu terpaku pada satu perusahaan saja. Energi kamu tetap bergerak maju.
5. Evaluasi dengan Tenang, Bukan Overthinking
Bukan berarti kamu tidak perlu refleksi sama sekali. Setelah interview, coba evaluasi secara objektif. Apakah jawabanmu sudah cukup jelas? Apakah portofolio sudah up to date? Apakah cara komunikasi sudah percaya diri?
Fokus pada perbaikan, bukan penyesalan. Mentalitas pelamar kerja yang tangguh adalah mau belajar tanpa menyiksa diri sendiri.
Setiap proses, bahkan yang berakhir dengan ghosting, tetap memberi pengalaman. Kamu jadi lebih siap menghadapi interview berikutnya.
Ingat, Satu Proses Tidak Menentukan Masa Depanmu
Menghadapi ghosting dari recruiter memang nggak enak. Apalagi kalau kamu sudah berharap banyak. Tapi satu proses yang menggantung tidak menentukan nilai dirimu.
Dunia kerja luas, peluang tidak datang dari satu pintu saja. Bisa jadi kesempatan terbaikmu justru datang dari proses yang bahkan belum kamu coba sekarang.
Jadi tetap waras, tetap bergerak, dan jangan biarkan satu pengalaman membuat kamu berhenti mencoba. Karier itu maraton, bukan sprint. Santai, tapi terus maju.





