Jakarta Jadi Tuan Rumah M7 World Championship 2026, Ini Jadwal dan Tim Pesertanya

Jakarta Jadi Tuan Rumah M7 World Championship 2026

Awal tahun 2026 bakal terasa spesial buat kamu yang ngikutin dunia e-sports, khususnya Mobile Legends: Bang Bang. Jakarta dipastikan kembali jadi pusat perhatian global setelah resmi ditunjuk sebagai tuan rumah M7 World Championship. Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi biasa, tapi puncak dari seluruh rangkaian musim MLBB 2025 yang mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai belahan dunia.

M7 World Championship akan digelar secara offline di Jakarta pada 3 hingga 25 Januari 2026. Sebanyak 22 tim akan saling berhadapan untuk memperebutkan total hadiah sebesar 1 juta dollar AS atau sekitar Rp 16,7 miliar. Angka ini sekaligus menegaskan status M7 sebagai salah satu turnamen e-sports paling prestisius di dunia saat ini. Bagi Indonesia sendiri, ajang ini terasa semakin spesial karena menjadi kali kedua Tanah Air dipercaya menjadi tuan rumah M-Series, setelah sukses menggelar M4 World Championship pada 2023.

Rangkaian Turnamen Digelar Offline di Dua Venue Ikonik

Jakarta Jadi Tuan Rumah M7 World Championship 2026

Salah satu hal yang bikin M7 World Championship makin menarik adalah seluruh pertandingan akan digelar secara offline. Atmosfer stadion, sorak penonton, dan tensi pertandingan dipastikan bakal terasa lebih hidup dibandingkan turnamen online. Jakarta pun sudah menyiapkan dua venue utama untuk menyambut para pemain dan penggemar MLBB dari seluruh dunia.

Babak Wildcard Stage, Swiss Stage, serta Knockout Stage hari pertama akan berlangsung di XO Hall (MPL Arena), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Sementara itu, momen paling ditunggu seperti sisa Knockout Stage hingga Grand Final akan digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat. Pemilihan venue ini dinilai tepat karena sudah berpengalaman menjadi lokasi event e-sports berskala besar.

Jadwal M7 World Championship 2026 yang Padat dan Menegangkan

Turnamen akan dimulai dengan Wildcard Stage pada 3–6 Januari 2026. Fase ini menjadi gerbang terakhir bagi tim-tim yang belum mengamankan tiket ke babak utama. Setelah itu, kompetisi berlanjut ke Swiss Stage pada 10–17 Januari 2026, fase yang mempertemukan 16 tim dengan sistem Swiss, di mana tim akan bertanding melawan lawan dengan catatan menang-kalah yang seimbang.

Memasuki tanggal 18 Januari 2026, atmosfer kompetisi akan semakin panas karena Knockout Stage resmi dimulai. Di fase inilah mental juara benar-benar diuji, karena setiap kekalahan bisa langsung menghentikan langkah sebuah tim. Grand Final dijadwalkan berlangsung pada 25 Januari 2026 dengan format best of seven, menjanjikan duel panjang dan penuh strategi.

Buat kamu yang tidak bisa datang langsung ke venue, seluruh pertandingan M7 World Championship tetap bisa disaksikan secara online melalui kanal YouTube resmi MPL Indonesia. Jadi, kamu tetap bisa merasakan euforianya dari mana saja.

Dua Wakil Indonesia Siap Bertarung di Rumah Sendiri

Indonesia akan mengirimkan dua wakil terbaiknya ke M7 World Championship, yaitu Onic Esports dan Alter Ego. Keduanya berhasil mengamankan tiket setelah menjadi juara pertama dan kedua di MPL Indonesia Season 16. Dukungan publik tuan rumah tentu diharapkan bisa menjadi suntikan semangat tambahan bagi kedua tim ini.

Onic Esports kembali diperkuat nama-nama besar yang sudah tidak asing di skena MLBB, seperti Kairi, Sanz, Skylar, Kiboy, dan Lutpii. Sementara Alter Ego datang dengan kombinasi pemain muda dan berpengalaman seperti Nino, Yazukee, Hijumee, Arfy, dan Alekk. Kehadiran mereka membuat harapan publik Indonesia kembali mencuat untuk membawa pulang gelar juara dunia.

Persaingan Global dan Cerita Besar di M7

Selain wakil Indonesia, M7 World Championship juga akan diikuti tim-tim kuat dari berbagai region, mulai dari Filipina, Malaysia, China, hingga kawasan Eropa dan Timur Tengah. Beberapa nama besar yang sudah memastikan tiket antara lain Team Liquid PH, Aurora Gaming PH, SRG.OG, Team Spirit, Team Falcons, dan DianFengYaoGuai.

Menariknya, M7 juga menghadirkan cerita besar dengan absennya juara bertahan M6, Onic Philippines. Mereka gagal lolos setelah tersingkir di MPL Philippines Season 16. Ini menjadi edisi ketiga berturut-turut di mana juara bertahan M-Series tidak berhasil mempertahankan gelarnya. Di sisi lain, Jepang kembali tampil di ajang M-Series setelah absen cukup lama, menambah warna baru dalam persaingan global MLBB.

Hadiah Fantastis dan Motivasi Tambahan untuk Tim Indonesia

Total hadiah M7 World Championship tetap berada di angka 1 juta dollar AS, sama seperti M6. Juara pertama akan membawa pulang 320.000 dollar AS, disusul runner-up dengan 150.000 dollar AS, dan peringkat ketiga sebesar 90.000 dollar AS. Angka ini tentu menjadi motivasi besar bagi seluruh tim yang bertanding.

Bagi Indonesia, status sebagai tuan rumah juga membawa harapan tersendiri. Sejauh ini, Indonesia baru satu kali meraih gelar juara M-Series, yaitu pada M1 World Championship 2019 lewat Evos Legends. Dengan dukungan penonton langsung dan performa tim yang semakin matang, peluang untuk mengulang sejarah tentu terbuka lebar.

Menanti Euforia dan Harapan Baru dari Jakarta

M7 World Championship bukan hanya soal siapa yang keluar sebagai juara, tetapi juga tentang bagaimana e-sports terus berkembang menjadi industri global yang serius. Jakarta sebagai tuan rumah punya peran penting dalam menunjukkan bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan event e-sports kelas dunia dengan standar tinggi.

Kini, yang tersisa hanyalah menunggu peluit pertama dibunyikan. Buat kamu penggemar Mobile Legends, Januari 2026 bakal jadi momen yang sulit dilupakan. Sorak sorai penonton, strategi kelas dunia, dan drama di panggung internasional siap tersaji langsung dari Jakarta.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *