Review First Look Ratu Malaka: Angga Sasongko Bangun “Kerajaan Bayangan” Mistis? Mahakarya Aksi Indonesia yang Wajib Masuk Watchlist 2027!

RATU MALAKA REVIEW
RATU MALAKA REVIEW

Lupakan sejenak baku hantam biasa. Visinema baru saja membocorkan pintu masuk ke sebuah semesta di mana peluru bertemu dengan ritual kuno. Ratu Malaka bukan sekadar film aksi; ini adalah deklarasi perang terhadap standar sinema yang itu-itu saja. Pertanyaannya: Siapkah kamu masuk ke dunia di mana pilihan paling gelap manusia menjadi hukum tertinggi?

Halo, para penikmat sinema berkualitas! Ada kalanya sebuah film sudah terasa “mahal” bahkan sebelum trailernya muncul. Perasaan itulah yang muncul saat Visinema merilis first look resmi untuk proyek ambisius mereka, Ratu Malaka, pada 12 Januari 2026. Meskipun film ini baru dijadwalkan menyapa layar lebar di tahun 2027, gelombang antusiasme yang tercipta di media sosial benar-benar tidak main-main.

Read More

Sebagai reviewer, saya melihat ada sesuatu yang berbeda di sini. Sang sutradara, Angga Dwimas Sasongko, sepertinya tidak hanya ingin membuat penonton bersorak karena aksi laga, tapi ingin kita “tenggelam” dalam sebuah peradaban fiksi yang dibangun dengan keringat dan imajinasi liar. Mari kita bedah kenapa first look ini adalah kabar paling menarik di awal tahun 2026.

Pintu Gerbang Menuju “Kerajaan Bayangan”
Lewat akun resmi @RatuMalakaFilm, kita diperkenalkan pada sebuah konsep yang disebut sebagai “Kerajaan Bayangan”. Ini bukan tentang kerajaan sejarah seperti yang kita pelajari di sekolah, melainkan sebuah struktur kekuasaan kriminal modern yang dibalut dengan elemen mistis dan mitos kuno.

Foto-foto yang dirilis menampilkan kontras visual yang luar biasa. Kita melihat Marcella Zalianty yang tampil dengan karisma yang sangat mengintimidasi. Ia duduk dengan tenang, namun di sekelilingnya terpancar aura kekuasaan yang bisa meruntuhkan siapa pun yang berani menentangnya. Visual ini memberikan sinyal kuat bahwa Ratu Malaka akan memiliki kedalaman karakter yang sangat matang, bukan sekadar tokoh hitam-putih, melainkan sosok-sosok abu-abu yang terbentuk oleh “pilihan paling gelap manusia”.

Mengapa Ratu Malaka Adalah “Next Level” Film Aksi Indonesia?
Ada alasan kuat mengapa film ini digadang-gadang sebagai mahakarya. Pertama, ini adalah kembalinya Angga Dwimas Sasongko ke kursi sutradara setelah dua tahun fokus memimpin Visinema Group. Kita semua tahu, saat Angga memegang kendali genre aksi, hasilnya tidak pernah setengah-setengah. Ingat bagaimana Mencuri Raden Saleh mengubah cara kita melihat film pencurian? Atau bagaimana 13 Bom di Jakarta menghadirkan skala ledakan yang belum pernah ada sebelumnya?

Namun, di Ratu Malaka, tantangannya jauh lebih berat: World Building. Angga sendiri menyatakan bahwa tantangan utama adalah membangun dunia imajinasi yang utuh dengan aturan, struktur kekuasaan, dan lapisan mistisnya sendiri.

“Malaka hadir lebih dari latar, namun menjadi dunia yang hidup dan menentukan pilihan setiap karakternya,” ujar Angga.

Kedua, kolaborasi di balik layarnya benar-benar selevel Hollywood. Visinema memboyong Chan Man-ching sebagai koordinator stunt. Bagi yang belum tahu, dia adalah legenda hidup yang menangani koreografi aksi di film Rush Hour dan berbagai film Jackie Chan. Bayangin deh, betapa gila dan presisinya aksi laga yang akan disuguhkan. Chan tidak bekerja sendiri, ia berkolaborasi dengan Reza Hilman, aktor sekaligus mantan atlet pencak silat nasional. Perpaduan gaya fast-paced ala Hong Kong dengan kekhasan fisik silat Indonesia akan menciptakan gaya bertarung yang unik, brutal, namun tetap artistik.

Ansambel Cast yang “Mengerikan”
Daftar pemain Ratu Malaka terasa seperti “Avengers” versi perfilman Indonesia. Pemilihannya sangat cerdas, menggabungkan aktor metodik dengan wajah-wajah segar yang punya latar belakang fisik kuat:

Claresta Taufan: Mantan atlet karate nasional yang kini menunjukkan taringnya sebagai bintang aksi baru. Di first look, wajahnya yang penuh tekanan saat berhadapan dengan Wulan Guritno menjanjikan konflik emosional yang sangat intens.

Dion Wiyoko: Ini siah actor yang selalu tampil totalitas, Dion terlihat memegang senjata dengan tatapan mata yang dingin. Kita mungkin akan melihat sisi paling gelap dari Dion yang belum pernah terungkap di film-film sebelumnya.

Trio Aktris Berbahaya: Jihane Almira, Lutesha, dan Claresta Taufan. Ketiganya adalah representasi kekuatan perempuan yang dominan dalam film ini.

Dukungan Aktor Kawakan: Nama-nama seperti Verdi Solaiman, Mike Lucock, dan Indra Birowo memberikan jaminan bahwa departemen akting film ini akan sangat solid.

Detail Mistis yang Bikin Penasaran

Satu hal yang membuat Ratu Malaka sangat layak ditunggu adalah bumbu mistisnya. Di internet, banyak netizen mulai berteori apakah film ini akan mengambil inspirasi dari klenik nusantara atau menciptakan mitologi baru. Penggunaan kata “Ritual” dan “Mitos” dalam siaran pers menunjukkan bahwa kekuatan fisik di film ini mungkin akan beradu dengan sesuatu yang supranatural, sebuah ramuan yang sangat jarang dieksekusi dengan budget besar dan sinematografi kelas atas di Indonesia.

Naskah yang ditulis oleh Angga bersama Irfan Ramli (penulis pemenang Piala Citra) memastikan bahwa cerita tidak akan kalah oleh aksi. Kita bisa mengharapkan dialog-dialog tajam, filosofis, dan alur maju-mundur yang membuat penonton harus terus berpikir.

RATU MALAKA REVIEW
RATU MALAKA REVIEW

Alasan Kenapa Kamu Harus Menabung Sabar Sampai 2027
Ratu Malaka adalah sebuah proyek “Love Letter” untuk genre aksi Indonesia. Melihat dedikasi Visinema yang melibatkan talenta internasional dan melakukan riset dunia fiksi yang sedalam ini, film ini memiliki potensi besar untuk menembus pasar global seperti The Raid.

Film ini sangat layak ditonton karena ia menawarkan pelarian total ke sebuah dunia yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya. Ini bukan sekadar hiburan lewat di akhir pekan, tapi sebuah pengalaman sinematik yang akan terus dibicarakan bertahun-tahun setelah penayangannya. Jika kamu mengaku pencinta film, melewatkan Ratu Malaka sama saja dengan melewatkan salah satu sejarah besar dalam evolusi film aksi kita.

Visualnya misterius, atmosfernya mencekam, dan koreografinya ditangani oleh ahlinya. Tahun 2027 mungkin terasa lama, tapi jika hasilnya adalah mahakarya seperti yang dijanjikan dalam first look ini, maka penantian itu akan terbayar lunas.

Gimana menurut kalian, melihat foto-foto first look yang dirilis, apakah kalian merasa vibes film ini mirip dengan John Wick, atau justru punya kekhasan Indonesia yang lebih kuat? Terus, seberapa antusias kalian melihat kolaborasi antara koreografer Jackie Chan dengan aktor-aktor lokal kita?

Apakah menurut kalian elemen “mistis” di film aksi bakal jadi tren baru yang seru, atau justru kalian lebih suka aksi yang realistis?

Yuk, kita diskusi di kolom komentar! Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman komunitas film kamu, dan mari kita mulai teori-teori gila tentang dunia Ratu Malaka!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *