Dreame Leaptic Cube Diperkenalkan, Action Camera Modular dengan Rekaman 8K

Dreame Leaptic Cube

Nama Dreame mungkin selama ini lebih lekat dengan produk elektronik rumah tangga seperti vacuum cleaner atau perangkat smart home. Namun kali ini, Dreame mencoba peruntungan di segmen yang cukup menantang dengan memperkenalkan Leaptic Cube, sebuah action camera modular yang membawa konsep cukup segar. Alih-alih mengikuti desain action cam konvensional, Dreame memilih jalur berbeda dengan menghadirkan kamera beresolusi tinggi yang bisa dilepas-pasang sesuai kebutuhan.

Buat kamu yang gemar merekam aktivitas outdoor, olahraga ekstrem, atau konten sinematik, pendekatan modular ini terdengar menarik sejak awal. Kami melihat Leaptic Cube sebagai upaya Dreame untuk menyasar kreator yang menginginkan fleksibilitas lebih dalam satu perangkat kamera.

Read More

Modul Kamera 8K yang Bisa Dilepas

Dreame Leaptic Cube

Keunggulan utama Dreame Leaptic Cube terletak pada modul kamera 8K yang bersifat detachable. Modul ini menggunakan sensor 50MP berukuran 1/1.3 inci dengan rentang dinamis hingga 13,5 stop, angka yang tergolong impresif untuk kamera aksi.

Kamera ini dibekali lensa dengan aperture f/2.8 dan sudut pandang ultra-lebar 155 derajat, memungkinkan pengambilan gambar yang luas dan dramatis. Modul kamera dapat digunakan secara terpisah dari bodi utama hingga jarak 30 meter, sehingga memberikan kebebasan ekstra saat pengambilan gambar dari sudut yang sulit dijangkau.

Sistem Konektivitas dan Daya Tahan Rekaman

Saat digunakan secara terpisah, modul kamera tetap bisa mengirimkan video secara nirkabel ke bodi utama melalui teknologi ProSync. Dalam mode ini, kamera dapat merekam hingga 90 menit, sementara ketika modul dipasang kembali ke bodi utama, total durasi penggunaan bisa mencapai 200 menit.

Kami menilai sistem ini cukup fleksibel, terutama untuk kamu yang sering berpindah posisi pengambilan gambar namun tetap ingin kontrol penuh dari satu perangkat utama.

Penyimpanan Besar dan Format Video Profesional

Dreame Leaptic Cube hadir dengan pilihan penyimpanan internal 64 GB atau 128 GB, dan masih bisa diperluas menggunakan microSD card hingga 1 TB. Kapasitas ini tentu memberi ruang lega untuk merekam video resolusi tinggi tanpa cepat kehabisan memori.

Menariknya, kamera ini mendukung perekaman video dalam format P-Log 10-bit, yang dirancang untuk menjaga detail warna dan rentang dinamis saat merekam video HDR. Fitur ini sangat berguna bagi kamu yang gemar melakukan proses color grading atau editing lanjutan di tahap pasca-produksi.

Layar Sentuh dan Performa Berbasis AI

Pada bodi utamanya, Dreame menyematkan layar sentuh LCD 2,27 inci yang berfungsi sebagai pusat kendali kamera. Dari layar ini, kamu bisa mengatur pengambilan gambar, memantau hasil rekaman, hingga mengakses berbagai mode perekaman.

Untuk urusan performa, Leaptic Cube ditenagai oleh CPU AI 4 nm, yang digunakan untuk menjalankan berbagai optimasi berbasis kecerdasan buatan. Teknologi AI ini berperan dalam stabilisasi, pengolahan gambar, hingga efisiensi daya saat merekam.

Kontrol Kamera Pakai Suara dan Gestur

Salah satu fitur unik lainnya adalah kehadiran asisten suara AI bernama Moko. Dengan Moko, kamu bisa mengontrol kamera hanya lewat perintah suara, mulai dari mengganti mode hingga memulai perekaman.

Selain perintah suara, Dreame Leaptic Cube juga mendukung kontrol gestur tangan, yang tentu sangat membantu saat kamu tidak bisa menyentuh perangkat secara langsung, misalnya ketika sedang bersepeda, mendaki, atau melakukan aktivitas ekstrem lainnya.

Harga Masih Misterius, Tapi Potensinya Menarik

Hingga saat ini, Dreame belum mengumumkan harga resmi dari Leaptic Cube. Meski begitu, melihat spesifikasi dan fitur yang ditawarkan, kami memperkirakan action camera ini akan menyasar segmen pengguna serius, baik kreator konten maupun penggemar aktivitas outdoor yang membutuhkan kamera fleksibel dengan kualitas tinggi.

Dengan konsep modular, resolusi 8K, dukungan AI, serta format video profesional, Dreame Leaptic Cube berpotensi menjadi alternatif menarik di pasar action camera. Kini tinggal menunggu satu hal penting: berapa harga yang akan ditawarkan dan bagaimana ketersediaannya di pasar global.(*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *