Di Balik Harum Semerbak Vape, Kamu Juga Musti Paham Resikonya

0
1111
Woman 2586198 640
Woman - pixabay

Seperti yang sudah banyak diketahui, merokok adalah salah satu aktivitas yang sangat tidak baik buat kesehatan. Zat nikotin yang terdapat dalam rokok selain sangat berbahaya untuk paru-paru, juga mampu menyumbat aliran darah di dalam tubuh, nah karena aliran darah tersumbat, maka akan membuat saraf-saraf penting di seluruh tubuh menegang.

Alih-alih berhenti dan meninggalkan rokok, banyak para pecandu rokok beralih ke rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan nama vape. Vape diklaim lebih “aman” dan asapnyapun tidak berbau seperti rokok konvensional.

efek negatif vape
Smoke – pixabay

Pada awalnya, rokok elektrik atau vape dibuat di Cina pada tahun 2003. Rokok elektrik ini dibuat oleh seorang apoteker dengan tujuan mengurangi dampak buruk dari asap rokok konvensional. Sang apoteker percaya bahwa vape mampu membantu para perokok berhenti merokok secara permanen.

Vape sendiri terdiri dari tiga komponen, yaitu baterai, cartridge yang berisi cairan yang memiliki rasa serta aroma, dan yag terakhir adalah pemanas yang berfungsi untuk memanaskan cairan serta merubahnya menjadi uap hangat.

Tidak seperti rokok konvensional yang melalui proses pembakaran pada tembakau, nikotin, tar serta zat-zat lain di dalamya, vape hanya menghasilkan uap hangat hasil pemanasan cairan.

Tapi apakah vape memang benar-benar aman?

Sebenarnya uap yang dikeluarkan oleh vape juga berisi nikotin halus yang tentu saja dapat menimbulkan efek ketagihan, meningkatkan risiko stroke dan kanker. Tidak jauh berbeda dengan rokok konvensional, nikotin pada vape juga akan terserap oleh tubuh penghirupnya juga oleh orang-orang disekitarnya loh.

Selain itu di cairan vape juga terdapat zat propylene glycol, yang mampu menimbulkan iritasi apabila terhirup.

Pada umumnya propylene glycol digunakan sebagai bahan pelarut obat-obatan, pengawet makanan dan produk shampoo.

Zat lain yang terkandung di dalam vape adalah nitrosamin dan diacetyl, dimana zat tersebut sangat berbahaya bagi paru-paru.

Seperti yang telah dijabarkan di atas, bahwa vape tidak menghasilkan asap, tapi uap yang berasal dari pemanasan cairan. Sayangnya, uap yang dihasilkan oleh vape bukanlah uap air, dan uap yang dihasilkan tadi bisa menjadi racun apabila terhirup, tertelan dan terserap oleh kulit.

Nah girls, dari beberapa ulasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa vape memiliki efek yang tidak berbeda jauh dengan rokok konvensional. Rokok elektrik ini juga mampu meningkatkan resiko kanker serta penyumbatan pembuluh darah bagi pemakainya.

Pun hal yang sama berlaku untuk para perokok pasif, atau orang-orang yang berada disekitar perokok elektrik. Para perokok pasif selain mendapat dampak negatif dari menghirup uap vape, mereka juga akan mengalami iritasi pada kulit karena terpapar uap dari rokok elektrik ini.

So girls, sebaiknya kita bisa lebih berhati-hati terhadap penggunaan vape, dan hindari berada dalam ruangan sama dengan para perokok. Stay healhty yah!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here