Budidaya Padi Organik, Peluang Bisnis Menggiurkan Saat ini

0
65
Budidaya Padi Organik
source : https: //www. pexels. com/id-id/foto/foto-close-up-dataran-sawah-2589457/

Sekarang ini budidaya sejumlah tanaman secara organik memang menjadi sebuah trend, salah satunya adalah padi organik. Permintaan tanaman organik memang terus meningkat di pasaran, dan membuat bisnis ini menarik untuk dilirik. Namun, tentu saja modal untuk menjalankan bisnis ini tidak sedikit, jika masih terkendala modal, pinjaman bunga rendah dapat dijadikan pilihan.

Pada dasarnya, padi organik adalah jenis budidaya padi yang dilakukan dengan cara menyeluruh mulai dari proses produksi hingga pengolahan hasil dengan pengolahan alami serta ramah lingkungan. Padi ini nantinya diproses tanpa menggunakan bahan kimia serta rekayasa genetik, sehingga dapat menghasilkan padi yang bergizi dan sehat.

Keuntungan Budidaya Padi Organik
Adanya kesadaran dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan sejumlah bahan kimia sintetis pertanian membuat padi organik menarik perhatian. Berikut sejumlah keuntungan yang akan Anda peroleh ketika melakukan budidaya padi organik, antara lain:
Harga Jual Tinggi
Budidaya padi organik mempunyai harga jual yang jauh lebih tinggi. Bahkan harganya dapat mencapai 2 kali lipat bila dibandingkan dengan padi non-organik yang menggunakan pestisida.
Sekarang ini, harga beras di pasaran Rp10 ribu hingga Rp12 ribuan per kilogram. Sedangkan harga beras organik mencapai Rp24 ribu hingga Rp30 ribuan per kilogram. Harganya 2 kali lipat lebih tinggi bukan.
Memiliki Banyak Peminat
Trend hidup sehat yang sekarang ini diterapkan oleh masyarakat Indonesia tidak boleh disepelekan begitu saja. kesadaran pentingnya lebih menjaga kesehatan tubuh membuat masyarakat memilih sejumlah bahan hasil dari pertanian organik, seperti padi organik.
Anda dapat melihat di sejumlah media digital atau media sosial, banyak layanan belanja bahan makanan organik yang tinggi peminat. Hal tersebut juga menjadi bukti jika pertanian organik memiliki banyak peminat.
Menjaga Kesehatan Lingkungan
Pertanian yang menggunakan teknik budidaya organik umumnya melakukan pembiaran pada organisme pengganggu, asalkan berada di bawah ambang batas. Pembiaran ini tentu juga dapat menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan.
Walaupun menjadi hama, tetapi keberadaan mereka tetap diperlukan sebagai penyeimbang. Seperti yang kita ketahui, penggunaan pestisida yang menggunakan bahan kimia untuk membasmi hama akan ikut membunuh organisme yang baik untuk lingkungan.

Cara Melakukan Budidaya Padi Organik Berskala Besar

Budidaya Padi Organik
source : https: //unsplash. com/photos/Z99Mi1f8Qzo

Untuk melakukan budidaya padi organik berskala besar, berikut langkah yang dapat Anda lakukan, antara lain:
Persiapan Benih
Ketika menyiapkan benih, hal pertama yang harus diperhatikan adalah proses seleksi. Seleksi benih ini dilakukan agar benih yang digunakan untuk budidaya merupakan benih berkualitas.
Benih berkualitas bisa disemai di media tanah yang sudah diberi pupuk. Sesudah umur 7 hingga 12 hari, padi mulai tumbuh dan siap untuk ditanam.
Persiapan Lahan
Tahap berikutnya adalah persiapan lahan. Sawah harus dibajak kemudian diratakan untuk persiapan tanam. Sebelum air dialirkan, buah kubangan kecil dan ditanami dengan eceng gondok. Eceng gondok ini dapat digunakan untuk membersihkan unsur negatif, sehingga air di dalam sawah benar-benar bersih.
Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah umur bibit yang disemai tidak boleh lebih dari 12 hari. Bila terlalu tua, tanaman akan sulit beradaptasi serta tumbuh di tempat baru.
Penanaman
Sebelum padi ditanam, lakukan pembuatan jarak tanam. Jarak tanam yang direkomendasikan adalah 25 x 25 cm.
Pemeliharaan
Padi yang dibudidayakan secara organik harus diperhatikan aliran airnya agar sawah tidak tergenang. Selain itu lakukan pengontrolan setiap hari dengan cara menutup dan membuka air teratur.
Biasanya, pemupukan padi dilakukan ketika padi berusia 20 hari sesudah ditebar. Pupuk yang biasanya digunakan adalah pupuk kompos. Ketika melakukan pemupukan, sawah harus dikeringkan dan pintu air ditutup. Sesudah pupuk ditebar, sawah harus dialiri bergilir antar basah dan kering.
Mengendalikan Hama Penyakit
Hama yang menyerang padi biasanya adalah burung dan walang sangit. Untuk menanganinya, lakukan penyemprotan pestisida hayati dan memasang orang-orangan sawah. Sedangkan untuk mengatasi penyakit dilakukan dengan mencabut tanaman yang menguning.

Pilihan Tempat Pinjaman Bunga Rendah untuk Modal Budidaya Padi Organik
Bila Anda sedang cari pinjaman modal usaha tanpa jaminan untuk memenuhi modal budidaya padi organik, DBS KTA dapat dijadikan sebagai pilihan. DBS KTA memberikan pinjaman uang dengan cara yang praktis dan mudah. Produk ini juga memberikan sejumlah keuntungan menarik, sepetri:
Limit Pengajuan Mencapai Rp300 Juta
DBS KTA memberikan limit pinjaman yang menarik yaitu Rp300 juta. Dana ini bisa langsung cair ke dalam rekening hanya dengan klik klik.
Bunga Mulai 0,88%
Ketika mengajukan pinjaman untuk mengelola bisnis, bunga pasti menjadi pertimbangan yang tidak luput dari perhatian. DBS KTA memiliki bunga flat mulai 0,88% per bulan. Besarnya bunga ini dipengaruhi oleh tenor pinjaman, pokok pinjaman dan domisili Anda tinggal.
Cicilan Mencapai 36 Bulan
Anda dapat menikmati pinjaman dengan tenor yang mencapai 36 bulan untuk mengelola bisnis budidaya padi organik yang Anda ingini.
Memiliki Syarat yang Mudah
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, untuk memperoleh pinjaman ini sangat mudah. Anda hanya membutuhkan e-KTP serta NPWP, selain itu Anda juga harus berdomisili di daerah Jabodetabek.
Minimal penghasilan yang dimiliki Rp5 juta per bulan, dan mengantongi kartu kredit bank lain dengan limit minimal Rp10 juta per bulan.

Dengan sejumlah keunggulan tersebut, Anda tentunya semakin yakin untuk menjadikan DBS KTA sebagai solusi pinjaman bunga rendah yang sedang Anda cari. Jadi, ajukan sekarang juga dan mulai tekuni bisnis menggiurkan ini. Akses https://www.dbs.id/id/treasures-id/kta/pinjaman-dbs-kta.page untuk informasi lainnya mengenai pinjaman bank ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here