POCO M8 Siap Gegerkan Awal 2026 dengan Desain Ultra-Tipis dan Layar Curved OLED

POCO M8

Persaingan smartphone kelas menengah awal 2026 tampaknya akan langsung memanas sejak hari-hari pertama tahun baru. POCO, yang dikenal gemar menghadirkan ponsel dengan spesifikasi agresif dan harga kompetitif, kembali bersiap meramaikan pasar lewat perangkat terbarunya dari lini seri-M, yakni POCO M8. Ponsel ini telah dikonfirmasi akan meluncur secara resmi pada 8 Januari 2026, dan sejak jauh hari sudah mencuri perhatian berkat klaim desain ultra-tipis yang dipadukan dengan ketangguhan kelas militer.

Menariknya, POCO kali ini tidak hanya berbicara soal performa atau harga. Lewat POCO M8, perusahaan seperti ingin menunjukkan bahwa ponsel kelas menengah juga bisa tampil ramping, ringan, namun tetap siap diajak menghadapi berbagai kondisi penggunaan sehari-hari. Pendekatan ini terasa cukup segar, terutama di segmen harga yang biasanya identik dengan bodi tebal dan desain kompromistis.

Desain Ultra-Tipis yang Jadi Identitas Baru

POCO M8

Salah satu daya tarik utama POCO M8 terletak pada desain fisiknya. Mengacu pada laporan yang dikutip dari GSMArena pada 3 Januari 2026, perangkat ini hadir dengan ketebalan hanya 7,35 mm dan bobot sekitar 178 gram. Angka tersebut menjadikannya sebagai smartphone paling tipis yang pernah diproduksi oleh POCO hingga saat ini.

Bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan genggaman dan mobilitas, dimensi ramping ini jelas menjadi nilai tambah. POCO M8 tampak dirancang untuk penggunaan harian yang lebih praktis, mudah disimpan di saku, dan tidak cepat melelahkan saat digunakan dalam waktu lama. Pendekatan desain seperti ini juga menandakan bahwa POCO mulai memberi perhatian lebih pada aspek ergonomi, bukan sekadar adu spesifikasi.

Tipis, Tapi Tetap Mengutamakan Ketahanan

Meski tampil ramping, POCO tidak mengorbankan faktor durabilitas. POCO M8 disebut akan dibekali sertifikasi militer MIL-STD-810H, yang menunjukkan bahwa perangkat ini telah melewati serangkaian pengujian ketahanan terhadap benturan, getaran, hingga kondisi lingkungan ekstrem. Di samping itu, terdapat pula rating IP66 yang memastikan perlindungan terhadap debu dan cipratan air.

Kombinasi desain tipis dan sertifikasi ketahanan seperti ini terbilang jarang di segmen menengah. Biasanya, ponsel dengan bodi ramping cenderung lebih rentan, sementara perangkat tangguh identik dengan desain tebal. POCO M8 mencoba mematahkan anggapan tersebut dengan menghadirkan keseimbangan antara estetika dan daya tahan.

Layar Curved OLED Terang dan Responsif

Beralih ke sektor visual, POCO M8 dibekali layar 3D curved OLED berukuran 6,77 inci dengan resolusi 1080 x 2392 piksel. Panel ini mendukung refresh rate 120Hz, sehingga pengalaman scrolling maupun navigasi terasa lebih mulus. Tidak hanya itu, tingkat kecerahan puncaknya diklaim mencapai 3.200 nits, sebuah angka yang cukup tinggi untuk memastikan visibilitas tetap optimal bahkan di bawah sinar matahari langsung.

Fitur Wet Touch 2.0 juga menjadi nilai tambah tersendiri. Teknologi ini memungkinkan layar tetap responsif meski jari pengguna dalam kondisi basah, sesuatu yang cukup relevan untuk penggunaan di luar ruangan atau saat cuaca kurang bersahabat. Dengan spesifikasi layar seperti ini, POCO M8 tampak serius menawarkan pengalaman visual yang biasanya ditemukan di kelas yang lebih tinggi.

Performa dan Kamera untuk Kebutuhan Sehari-hari

Untuk urusan performa, POCO M8 ditenagai chipset Snapdragon 6 Gen 3 dari Qualcomm. Chipset ini dirancang untuk memberikan keseimbangan antara performa yang stabil dan efisiensi daya, sehingga cocok untuk aktivitas harian seperti multitasking, konsumsi konten, hingga gaming ringan.

Di sektor kamera, POCO menyematkan kamera utama 50 MP yang didampingi sensor kedalaman 2 MP. Sementara di bagian depan, tersedia kamera selfie 20 MP untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video. Konfigurasi ini memang tidak terkesan berlebihan, namun cukup masuk akal untuk segmen yang disasar, dengan fokus pada hasil foto yang konsisten dan fungsional.

Daya tahan perangkat ditopang baterai berkapasitas 5.520 mAh yang didukung pengisian daya cepat kabel 45W. Kombinasi ini diharapkan mampu menemani aktivitas pengguna seharian penuh tanpa perlu sering mencari colokan.

Dukungan Software Panjang Jadi Nilai Jual Utama

Salah satu kejutan menarik dari POCO M8 justru datang dari sisi perangkat lunak. Smartphone ini dipastikan menjalankan HyperOS 2 berbasis Android 15 sejak peluncuran. Lebih dari itu, POCO menjanjikan dukungan hingga empat kali pembaruan Android serta enam tahun pembaruan keamanan.

Kebijakan ini tergolong progresif untuk kelas menengah dan menjadi sinyal bahwa POCO mulai serius memperpanjang umur pakai perangkatnya. Bagi pengguna yang ingin menggunakan satu ponsel dalam jangka waktu lama tanpa khawatir tertinggal pembaruan sistem, POCO M8 menawarkan daya tarik tersendiri.

POCO M8 dan Tantangannya di Pasar Menengah

Dengan kombinasi desain tipis, layar OLED cerah, sertifikasi ketahanan, serta dukungan software jangka panjang, POCO M8 diposisikan sebagai penantang kuat di pasar smartphone menengah awal 2026. Pendekatan yang menggabungkan estetika premium dan ketangguhan fisik ini membuatnya terlihat berbeda dari banyak pesaing di kelas harga serupa.

Pada akhirnya, keberhasilan POCO M8 akan sangat bergantung pada harga resmi dan ketersediaannya di berbagai pasar. Jika POCO mampu menjaga harga tetap kompetitif, ponsel ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan perangkat ramping, awet, dan relevan untuk beberapa tahun ke depan tanpa harus naik ke kelas flagship.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *