Resensi Film Ready Player One

0
114
sinopsis ready player one
Warner Brothers

Resensi film Ready Player One

Salah satu sutradara terbaik dunia, Steven Spielberg hadir kembali dengan karya terbaiknya di tahun 2018. Setelah hampir satu dekade Spielberg tidak muncul dengan karya blockbusternya, kini, April 2018 Spielberg hadir dengan karya terbaiknya.
Ready Player One adalah sebuah film dengan genre sci-fi action drama adventure, dan awal April ini tengah berada di urutan teratas dalam film blockbuster. Film ini telah mulai tayang di bisokop Indonesia mulai 28 Maret 2018. Ready Player One bisa disaksikan di bioskop 2D dan 3D serta IMAX.

Cerita Ready Player One diadaptasi dari sebuah novel dengan judul sama, sebuah karya dari Ernest Cline. Ready Player One versi novel telah laris terlebih dahulu serta masuk dalam daftar Best Seller List oleh New York Times. Pada 2018 ini, novel Ready Player One juga masuk ke dalam daftar Most Read Fiction Chart oleh Amazon.

Spielberg sepertinya sangat serius dalam merilis Ready Player One, tercatat beberapa aktor serta aktris terkenal seperti Tye Sheridan, Olivia Cooke, Ben Mendelsohn, Lena Waithe, T.J. Miller, Philip Zhao, Win Morisaki, Hannah John-Kamen dan Simon Pegg serta pemenang Oscar Mark Rylance membintangi film ini.

Untuk urusan naskah, sang penulis novel, Ernest Cline bekerja sama dengan Zak Penn menggarapnya sungguh-sungguh.

sinopsis ready player one
Warner Bros

Sinopsis Ready Player One
Dengan setting kehidupan di tahun 2045, seorang pemuda bernama Wade Watts, yang diperankan oleh Tye Sheridan, besar dan tinggal di sebuah pemukiman kumuh di daerah Columbia, Ohio.

Wade diceritakan kerap menerima perlakuan kasar dari pengasuhnya, sehingga membuatnya tumbuh menjadi seorang yang introvert dan tidak memiliki teman.
Adalah OASIS, sebuah dunia virtual di mana penggunanya bisa melakukan apa aja dan pergi ke mana saja sesuai keinginannya. Dunia buatan ini diciptakan oleh seseorang yang bernama James Halliday, diperankan oleh Mark Rylance.

Dalam OASIS semua aktivitas dikontrol oleh imajinasi para pemainnya, dan Wade memiliki avatar dalam dunia OASIS tersebut. Wade menghabiskan waktu sehari-harinya dengan berpetualangan di dunia virtual tersebut.

Suatu hari James Halliday, sang pencetus OASIS meninggal dunia, dan bersama kepergiannya, James Halliday meninggalkan teka-teki besar, yaitu perburuan Easter Eggs.
Sang Pemenang yang berhasil mendapatkan Easter Eggs akan diganjar denagn hadiah berupa hak mewarisi seluruh kekayaan Halliday termasuk mengelola OASIS.

Wade pun merasa tertantang, ia tidak mau kalah dan langsung mencari petunjuk demi petunjuk demi ditemukannya Easter Eggs.

Namun tentu saja, dengan iming-iming hadiah yang sangat besar tersebut, bukan hanya Wade yang menginginkan Easter Eggs, berbondong-bondong orang pun ikut serta dalam pemburuan Easter Eggs.

Nolan Sorrento yang diperankan oelh Ben Mendelsohn berperan sebagai pemilik IOI, sebuah perusahaan berbasis teknologi, yang berambisi menguasai seluruh kekayaan Halliday beserta perusahaannya. Nolan dan Wade pun akhirnya bertarung memburu Easter Eggs dengan kemampuan yang mereka miliki. Lalu siapakah yang berhasil mendapatkan Easter Eggs terlebih dahulu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here